Cerpen A.S. Laksana (Jawa Pos, 3 Januari 2016)
![]() |
| Ilustrasi Bagus/Jawa Pos |
MEREKA berpisah karena perempuan itu merasa sudah tak mungkin mereka hidup serumah dan mereka bertemu lagi tiga puluh tahun kemudian, pada Selasa siang, di sebuah pusat pertokoan dekat persilangan jalan ke arah kebun binatang. Perempuan itu 57 tahun sekarang dan separuh rambutnya sudah menjadi uban. Ia baru keluar dari toko pakaian di lantai satu, lalu naik dengan eskalator ke lantai dua, lalu naik lagi dan masuk ke toko buku di lantai tiga dan di situlah ia bertemu dengan bekas suaminya, lelaki yang pernah ia cintai dan kemudian ia benci. Itu pertemuan yang tak pernah ia harapkan; ia bahkan tak tahu, sejak mreka berpisah, apakah lelaki itu masih hidup atau sudah mati.












