PEREMPUAN YANG MEMIKUL DENDAM

Baca Selengkapnya >>>

KUMPULAN CERPEN JAWA POS

Cerpen yang terbit di Koran Jawa Pos

ARTIKEL JAWA POS

Artikel-artikel Jawa Pos

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label A.S. Laksana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label A.S. Laksana. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 April 2017

Cinta Pertama


Cerpen A.S. Laksana (Jawa Pos, 3 Januari 2016)
Ilustrasi Bagus/Jawa Pos

MEREKA berpisah karena perempuan itu merasa sudah tak mungkin mereka hidup serumah dan mereka bertemu lagi tiga puluh tahun kemudian, pada Selasa siang, di sebuah pusat pertokoan dekat persilangan jalan ke arah kebun binatang. Perempuan itu 57 tahun sekarang dan separuh rambutnya sudah menjadi uban. Ia baru keluar dari toko pakaian di lantai satu, lalu naik dengan eskalator ke lantai dua, lalu naik lagi dan masuk ke toko buku di lantai tiga dan di situlah ia bertemu dengan bekas suaminya, lelaki yang pernah ia cintai dan kemudian ia benci. Itu pertemuan yang tak pernah ia harapkan; ia bahkan tak tahu, sejak mreka berpisah, apakah lelaki itu masih hidup atau sudah mati.

Rabu, 29 Maret 2017

Perempuan yang Memikul Dendam

Cerpen A.S. Laksana (Jawa Pos, 26 Maret 2017)

Ilustrasi oleh Bagus Hariadi/Jawa Pos



Sudah hampir pukul sebelas malam. Tempat ini adalah bagian terburuk dari pusat kota; sampah dan anak-anak gelandangan berserak di trotoar. Di depanku seorang bajingan kroco melangkah mabuk, melewati jembatan, berjalan dengan batang-batang kaki goyah ke arah deretan gedung tua. Aku memperlambat langkahku di belakangnya, sampai ia berbelok ke lorong yang memanjang di antara gedung-gedung, tempat para pelacur berjaga di sudut-sudut remang.