Cerpen Wina Bojonegoro (Jawa Pos, 10 April 2016)
TEPAT pada dering ketiga aku mengangkat telepon wireless di meja kayu mahoni berwarna cokelat kemerahan itu.
“Hallo…” Suaraku rendah dan datar seperti lazimnya suara manusia di pagi hari, malas.
“Eh, sejak kapan boleh terima telepon dengan kata hallo…??” Aku tersambar petir, rasanya begitu. Suara itu…
![]() |
| Ilustrasi Bagus / Jawa Pos |
TEPAT pada dering ketiga aku mengangkat telepon wireless di meja kayu mahoni berwarna cokelat kemerahan itu.
“Hallo…” Suaraku rendah dan datar seperti lazimnya suara manusia di pagi hari, malas.
“Eh, sejak kapan boleh terima telepon dengan kata hallo…??” Aku tersambar petir, rasanya begitu. Suara itu…











